Tuesday, May 16, 2017

Ekpektasi di Usia 20 Tahun

2


Tanggal 01 Mei kemarin genap gue berusia 20 tahun. Gila, gue tua banget ya nggak kerasa banget. Kira-kira dengan usia gue yang udah kepala dua ini, apalah masih disebut remaja? Apa gue udah disebut sebagai dewasa? Apapun sebutannya, yang pasti gue harus belajar dari usia-usia sebelumnya. Gue bukan anak kecil lagi, gue udah nggak boleh tuh sembrono ngambil keputusan dan ngelupain resikonya. Gue sebisa mungkin harus bisa melakukan sesuatu yang worth it, berbenefit alias ada faedah buat hidup gue di masa depan nanti. Membaca tulisannya xasemele.blogspot.co.id gue jadi terinspirasi buat nulis tentang ekspektasi di usia yang sudah tidak anak-anak lagi ini tapi mungkin gue akan menyebutnya sebagai sebuah harapan untuk hidup gue yang lebih baik lagi.

Profesionalisme dan Loyalitas Dalam Bekerja

Tujuan berkerja jika diartikan realistis adalah demi uang tapi kalau selalu melulu tentang uang, kapan mau jadi orang yang lebih baik kan? Dulu jauh sebelum gue bekerja di kantor yang sekarang, gue selalu ngerasa tertekan dan bosan sama apa yang gue lakuin tiap hari tuh. Itu lagi itu lagi yang dikerjain, belum lagi revisian dari bos dan sikap bosnya yang gue nggak pernah tau apa maunya mereka. Namun, di kantor yang sekarang sejauh ini gue sangat nyaman dan merasa menjadi diri sendiri, lingkup kerjanya, orang-orangnya, hingga pekerjaannya itu sendiri. Gue ingin Profesionalisme dan Loyalitas yang sudah gue berikan kepada kantor yang sekarang ini tuh terus terusan gue berikan dan gue selalu mau berkembang bersama kantor gue yang sekarang ini.

Lebih Produktif Lagi

Gue selalu ingin menjadi manusia yang produktif. Karena gue selalu tahu yang bisa menolong diri gue sendiri ya tetap diri gue sendiri dan sebaik-baiknya manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain, gue percaya akan itu. Selama ini gue ngerasa gue bisa nulis, gue mau jadi penulis dan wartawan, pas giliran gue masuk ke kantor media yang di mana isinya orang lulusan jurnalistik semua, gue ngerasa cemen banget. Bahkan, passion yang nggak pernah gue pelajari dari sekolah hingga kuliah yaitu Social Media malah menjadi pekerjaan gue sekarang. Gue sekarang menjadi Content Creator, makanya sebisa mungkin gue nggak mau stuck di satu passion gue itu aja, gue juga mau melakukan banyak hal lainnya. Ya namanya juga manusia, tidak pernah puas, kan?

Cinta Untuk Kehidupan

Usia gue udah 20 tahun, dan selama itu juga gue nggak pernah tuh yang namanya nangis gara-gara cowok, kalo dia deket ya gue respon baik, kalo dia pergi ya…yaudah. Gue juga nggak tau kenapa sama diri gue tentang cinta-cintaan tuh flat alias b aja gitu. Ya, gue berdoa saja semoga ditemukan segera dengan yang bikin gue ngerasa nggak b aja sama dia hehehe.

Mau Jadi Food & Traveler Blogger

Gue setuju banget sama HS kalau gue juga anti wasting wasting time club. Walaupun gue pendek, gue sama sekali tidak takut ketinggian. Saat di mana orang-orang pada takut naik hysteria gue malah bolak-balik naik gituan. Gue mau nyobain jadi food dan traveler blogger, seru aja gitu kalo nulis gituan, punya konten seru. Gue berharap bisa segera menjadi itu, ya walaupun pasti mulainnya dari hal-hal yang murah dan receh. Ajak-ajak dong kalo mau makan-makan dan main-main ke tempat seru dan keren.

Investasi

Setuju sih, kalau jadi perempuan jangan cuma ngandelin laki-laki yang nikahin kita nanti, gue pengen bisa mendapatkan segala sesuatunya dengan hasil dari tabungan gue juga. Kalo ngandelin gaji terus juga berabe sih, makanya, gue lagi nyoba nabung di tabungan berencana disalah satu bank, ya lumayan buat ngumpulin biaya buat beli rumah, kalo bisa mah ke beli mobil juga. Aduh, aamiin dong aamiin dong hehehe. Sama satu lagi, gue sedang merintis sebuah Start Up sama dua orang teman gue, masih putus-putus sih tapi semoga berhasil. Yuk, berdoa untuk keberhasilan kita semua.

Memperluas Relasi

Gue pernah di interview kerja sama salah satu CEO aplikasi, dia tanya modal apa saja yang dibutuhkan untuk berkeja, gue jawab Relasi dan doi malah ngetawain gue. Katanya itu tuh hal yang kesekian kali, percuma kalo nggak punya passion mah. Statement itu bisa gue patahkan dengan hasil yang tanamkan sekarang di kantor gue berkerja. Kantor gue media, banyak kenal kalangan orang, dari situ relasi terjalin. Gue bisa banyak belajar hal-hal baru dari mereka dan rekan-rekan media lainnya. Hmm, yakin relasi gak penting bos?

Bisa Mengendarai Kendaraan

Persis banget gue kayak HS! Gue selama duapuluh tahun ini masa naik motor aja nggak bisa, gimana mau punya mobil coba  Sekarang apa-apa tinggal pesen ojek online, jadi kadang kalo punya uang lebih buat nyicil motor juga ngerasa sia-sia, toh gue juga kan gak bisa ngendarainnya huhuhu. Pengen gitu nggak nyusahin orang-orang kalo lagi butuh banget, tapi gimana ya pernah belajar naik motor keliling komplek itu juga hampir nabrak. Kalo di depan gue ada kendaraan lain yang bikin panic, gue jadi susah bedain mana rem sama gas, jadinya nabrak deh 

Apakah semua itu bisa gue terkabul? Hanya Gue yang tahu bisa atau tidaknya gue dan tidak lekang oleh bantuan Tuhan YME. Kalau Ekpektasi kalian di usia yang sekarang kayak gimana, geng? Kasih tau di kolom komentar yaa... :D



Regards,
Deyacdp

Saturday, April 22, 2017

English For Journalism, is the best experince that i ever had

0

Berawal dari chat whatsapp dari tante gue. Sore itu tante gue yang jarang banget ngechat tiba-tiba ngewasap gue ngirimin caption sebuah acara hingga cara registrationnya. Acara itu adalah English For Journalism by University of Pennsylvania and Coursera di @America Pasific Place Lt.3 - Jakarta Pusat yang diselenggarakan pada tanggal 14 Januari 2017. Acara ini literally free course gitu selama satu bulan setiap hari Sabtu hingga 11 Februari 2017.

Gue emang orang yang sangat exicted dengan hal-hal berbau ke-jurnalistikan gitu, apalagi cita-cita gue kan jadi Jurnalis VoA, jadi acara ini tuh kayak nganterin gue selangkah lebih dekat kepada cita-cita gue. Hari pertama gue hampir aja telat, karena sebelumnya gue emang nggak pernah tahu di mana letak persis @america di Pasific Place Mall itu. Berbekal semangat sama niat, gue pun sampai sana dan ngantri banget pas di absensinya.



Pertemuan minggu pertama, acaranya di mulai pada jam 11.00 siang dan disambut oleh crew dari @america. Kelas di minggu pertama pun di mulai dan pengisi materinya adalah Mr. Bruno. Beliau bekerja di Kedutaan Besar Amerika Serikat di Jakarta. Jago banget bahasa inggrisnya parah. Enaknya, caranya ngomong tuh mudah dimengerti, ya mungkin karena beliau english USA kali ya bukan english UK. 

Setiap kalimat yang keluar dari mulut beliau selalu gue perhatikan dan gue cerna bener-bener dan reflex satu ruangan pas sesi diskusi dan tanya jawab tuh ngomongnya pakai bahasa inggris. Berasa paling jago ngalahin guru EF deh gue. Banyak banget ilmu yang gue serap dari beliau, sangking banyaknya gue lupa semua hehehe, tapi gue catet sih materinya. Nih, gue kasih tahu ke kalian sedikit dari materinya..

Kriteria berita yang baik dan benar itu sepuluh dasar, diantaranya:

Verification, Objectivity, Originality, Completeness, Transparency, Fairness, Restraint, Humanity, Accountability, Responsible of the story, Responsible for Public of the story, Eye Witness People Who See, Empowerment dan Give someone power for speak.

Ilmu dari Mr. Bruno itu sangat bermanfaat buat gue dan semua peserta yang hadir di acara pada hari itu. Lumayan, gue jadi orang bule tiga jam ngomong pake bahasa inggris mulu. Thankyou, Mr. Bruno. See you when i see you!


Minggu keduanya (21/01/2017),  pengisi materinya berbeda lagi. Beliau adalah Mbak Yeyen. Seorang editor di Redaksi Republika. Pembawaannya enak dan santai, padahal kita semua tahu bahwa Republika merupakan media berita yang serius. Mbak Yeyen ngasih cuplikan video singkat tentang Deep Throat  (Water Gate) American Post yang dikenal sebagai suatu kejadian dua orang Jurnalis Investigasi asal USA berhasil melengserkan Presiden Richard yang saat itu memimpin. Dari video itu menjelaskan bahwa sangatlah berisiko tinggi untuk menjadi seorang Jurnalis Investigasi, karena setelah berhasil melengserkannya, dua orang jurnalis itu pun diteror habis-habisan the rest of his life.

Selain itu juga beliau menjelaskan bahwa dalam pembuatan sebuah investigasi itu tidak selalu harus mengaku sebagai seorang Jurnalis, selain untuk menjaga diri dari hal-hal yang tidak diinginkan, agar informasi yang didapatkan pun diharapkan sesuai dengan experiences sesungguhnya. Mbak Yeyen juga bilang, “Having touch personal ke narasumber yang kita wawancarai akan memberikan nilai lebih untuk mendapatkan berita yang kuat dan menarik”.

Pesan yang selalu beliau tekankan pada setiap materinya adalah “Paksa editor untuk suka sama materi berita yang kita bahas, jangan mau nurut-nurut aja. Harus punya komunikasi dua arah yang baik”. Dari session ini gue jadi tertarik jadi Jurnalis Investigasi. Seru! :D Terima kasih, Mbak Yeyen, semoga kita bisa bertemu kembali ya..


Di pertemuan minggu ketiga (28/01/2017), pemberi materinya adalah Pak Subroto (Managing Editor Republika). Berbeda dengan pemateri sebelumnya, cara delivery materinya Pak Subroto seperti lagi kuliah sama dosen yang membosankan. Over all, banyak juga ilmu yang gue serap dari beliau kok. Beliau bilang bahwa pengulangan kata atau kalimat dalam menulis berita itu tidak boleh dan jangan pernah mengedit tulisan sebelum tulisan itu benar-benar selesai.

Pak Subroto juga memberikan tips yang sangat bermanfaat, beliau berpesan bahwa untuk tidak typo dalam menulis. Karena kalau saja kita typo dalam menyampaikan informasi, bagaimana orang lain mau percaya dengan informasi yang kita sampaikan. Baru kali ini nih dapet materi yang sebenernya ngebosenin tapi bermanfaat buat hidup gue. Terima kasih, Pak Subroto. Sukses selalu.


Yang menarik dari pertemuan keempat ini, pengisi materinya adalah Mr. Prabu Revolusi Anchor CNN Indonesia dan hari itu merupakan pertemuan ke dua dengan beliau, iya sebelumnya gue pernah menghadiri seminar CNN MeetUp #05 di Kampus IPB Bogor. Dari sebelum bertemu langsung dengan beliau, gue selalu interest sama apapun yang beliau omongin. Dengan gaya yang pria metroseksual dan achor bikin beliau menjadi panutan q hahaha. Tapi sayangnya beliau udah punya isteri, Zee Shahab. Hu sedih :( balik ke pembahasan.

Karena beliau merupakan Jurnalis TV, jadi materinya seputar berita pertelevisian. Mr. Prabu bilang bahwa “Great news is when you tell it as it is and you can get to the heart of the story”. Beliau menceritakan bagaimana ia menjadi seorang Jurnalis. Terlebih kalau ia diharuskan untuk live news. Tips yang Mr. Prabu kasih adalah kalau kita mau lancar membawakan live news, kita harus berlatih ngomongin satu objek apapun yang ada di depan kita dalam waktu satu menit, jika kita bisa terbiasa dengan hal itu, maka kita bisa improve berita dalam waktu tiga menit. Live news yang baik adalah Walk and Talk agar feel dan effortnya pun terasa. Tuturnya. Berkat pesannya, gue pun mempraktekan hal itu setiap hari. Keren banget emang Mr. Prabu Revolusi! Gue berharap suatu saat nanti ketika gue udah lulus kuliah, gue mau apply di CNN dan mentornya tuh beliau. Hehehe Terima kasih, Mr. Prabu, You're so damn cool!


Ini menjadi pertemuan terakhir dari Course English for Journalism (11/02/1017), pengisi materi pada minggu terakhir ini adalah Mr. Sultan yang merupakan seorang guru bahasa inggris diberbagai universitas terkemuka di luar negeri. Gue inget-inget lupa alias lupa materi apa yang beliau kasih tapi kurang lebih materinya sama seperti Mr. Bruno, pembedanya hanya beliau ngasih penjelasan tentang how to be Journalism in the Digital Age. Intinya beliau bilang bahwa komunikasi di era ini harus beriringan dengan teknologi yang sudah berkembang sangat pesat seperti sekarang. Thankyou for your time, Mr. Sultan. Nice to know you!



Terima kasih untuk Coursera & University of Pennsylvania yang sudah berkerja sama dengan @atmerica dalam menyelenggarakan kegiatan yang sangat bermanfaat ini. Sebulan setelah kegiatan ini berakhir, sertifikat pun baru diberikan dan hal itu menjadi sebuah proud of myself gitu. Semua orang bilang kalau gue nggak mungkin jadi Journalist of  VoA tapi entah kenapa gue selalu menyakinkan diri gue bahwa ya gue pasti bisa dengan semua pundi-pundi yang gue kumpulkan sejak dulu, sekarang dan mendatang. Sekarang juga gue kerja di media portal, bukan sebagai reporternya sih, sebagai Social Media Specialist, tapi lingkungan gue tuh rata-rata lulusan Jurnalistik semua. Gue mau belajar lebih banyak dari mereka, biar gue benar-benar bisa mencapai impian yang katanya mustahil itu. Hanya segelintir orang yang yakin pun tidak terhadap gue bisa menjadi seorang jurnalis internasional tapi kalian semua harus tahu bahwa gue selalu percaya sama diri gue bisa menggapai semua apa yang mau gue gapai. Itu cukup.

Terima kasih sudah mau membaca cerita ini sampai selesai. Semoga kita bisa menggapai apa yang mau kita gapai dan menjadi yang terbaik untuk diri sendiri ya. See ya!


Regards,
Deyacdp

Saturday, March 18, 2017

MARCH FIESTA AT FOOD GARDEN JAKARTA GARDEN CITY

6

Pada hari Sabtu (18/03/17) kemarin, gue berkesempatan untuk hadir ke acara Opening resmi Food Garden March Fiesta di Jakarta Garden City, Cakung - Jakarta Timur.


Pintu Masuk Garden Food


Billboard Food Garden
Tempatnya sejuk dan asik, di sana gue nggak sendirian tapi gue ditemenin sama ketiga temen blogger gue diantaranya ada, Amanda, Nurri dan Rudi..


Rudi, Amanda, Nurri dan Gue

Di sana ada panggung juga untuk Band Performance, Stand Up Comedy dan Kids Story Telling Competition.


Gue di depan panggung


Kids Story Telling Performance
Sayangnya pada hari Sabtu kemarin itu yang hadir hanya penampilan anak-anak yang story telling, sedangkan untuk penampilan band & stand up comedy itu baru ada pada hari minggu 19/03/17. Setelah puas menyaksikan penampilan dari anak-anak itu, kita berempat memutuskan untuk Kuliner Seru di Food Garden Jakarta Garden City.

Banyak banget Food Tenant di sana dan ini beberapa yang sempat gue abadikan fotonya...


Dapoer Rosie


Coffee Shop


Selera Nusantara


Tok Tong Kedai


Nasi Timbel Parahyangan


Soto Susu


Brandt's Cafe


Tahu Tek-tek
Karena kita bukan rich people, makanya yang bisa kita cobain makannya cuma beberapa aja. Gue dan Amanda tertarik untuk mencoba Brandt's Cafe & Beer House. Tempatnya lucu banget bisa buat foto ala ala di instagram gitu deh..


Tampak depan Brandt's


Gue depan pintu Brandt's


Pintu Masuk Brandt's

Brandt's Cafe & Beer House ini buka setiap hari, Senin - Jum'at 10.00 AM - 10.00 PM & Sabtu - Minggu 10.00 AM - 11.30 PM.


Karyawannya pekerja keras banget ya hahaha.


Menu Brandt's
Omelette Mushroom & Smoked Beef + Mozzarella


Untuk cafe sekelas Brandt's untuk harga segitu sih udah wajar aja kali ya. Nah, karena gue dan Amanda pengen nyoba makan di sana, akhirnya kita nyoba untuk pesan Omelette Mushroom & Smoked Beef + Mozzarella Rp. 20.000.



Dengan harga 20k, omelette ini worth it. Lo harus nyoba ini, tempatnya bagus, ruangannya juga dingin banget kayak sikap dia~

Setelah nyobain makanan di Brandt's, kita mencoba untuk makan di Bakso Ikan Nyah Rita


Menu Bakso Ikan Nyah Rita




Nurri & Rudi pesan bakso paket 1 & 3. Enak banget, rasa baksonya tuh bakso banget.

Bakso Paket 1
Bakso paket 3




Setelah makan bakso, Rudi nyoba untuk pesen Kopi O dan free pisang goreng.. Enak banget lho pisang gorengnya!

Kuliner seru di Food Garden Jakarta Garden City itu seru, bikin gue pengen balik lagi ke tempat yang super seru ini nanti bareng temen-temen gue yang lainnya. Buat kalian yang penasaran sama Food Garden Jakarta Garden City bisa langsung aja buka webnya di https://www.jakartagardencity.com/ atau kalian bisa follow semua akun sosmednya,
Facebook Page: Jakarta Garden City
Twitter: @jkt_gardencity
Instagram: @jakartagardencity

FYI. Jakarta Garden city lagi ngadain lomba ngeblog dan vlog lho, kepoin aja buruan instagramnya guys!

Segitu dulu dari gue, sampai jumpa.


Thursday, January 5, 2017

30 DAYS ONE PIECE CHALLENGE

2

Suatu malam yang biru tanpa dirimu berjuta juta rindu ku padamu sendiri ku pun harus menikmati nyanyian sang rembulan engkau yang seharusnya disisiku engkau yang selalu ada dihayatku…  *NGAPAIN SIH MALAH NYANYI! HIH!*

Akhir-akhir ini banyak banget challenge yang tersebar luas di twitter (kalo masih mainan twitter, pasti tau), mulai dari, For every like, I will post an image from my camera roll with no explanation, 1 like = 1 unpopular opinion, 30 day music challenge, dan sebagainya.Dari semua challenge itu nggak ada satupun yang gue ikutin, karena ya nggak menarik aja gitu buat gue. Tapi berbeda dengan challenge yang gue dapet dari @harishirawling. Ceritanya itu  pas hari Jum'at, tiba-tiba dapet mention dari haris, dia mention gue tentang One Piece Challenge. Awalnya gue nggak ngerti maksudnya gimana, tapi akhirnya gue ngerti setelah dia ngasih gambarnya ke gue. 


Pertama kali liat gambarnya, gue langsung tertarik. Gimana enggak? Gue suka one piece ngelebihin dia suka sama lo. Hehehe ya gitu deh. Buat kalian yang nggak tau apa itu One Piece, kalian norak! Bercanda deng, One Piece itu animasi asal Jepang yang ceritanya tentang kehidupan bajak laut. Segitu cukup informatif nggak buat kalian? Kalo mau yang lebih, googling!

Nggak mau terlalu banyak intro panjang kali lebar, langsung aja yuk simak jawaban gue atas challenge ini. Maunya sih diposting di twitter, cuma gue nggak mau lenyap gitu aja jawabannya, makanya gue tulis aja di blog ini.

#30 Day One Piece Challenge

1. Awalnya itu nggak sengaja nonton. Jadi, waktu itu gue minta film anime sama temen gue lewat flashdisk, itu kalo nggak salah pas gue duduk dibangku kelas satu SMK. Nggak taunya dua episode 600an One Piece itu ikut ke copy. Setelah selesai nonton anime yang gue niat awal tonton selesai, gue iseng aja nonton dua episodenya one piece. Gue ngakak nggak abis-abis. Kebetulan itu episode pas Luffy, Zoro & Sanji lagi di Dressrosa. Gue ngakak gara gara kebloonnya Zoro yang nyasar mulu, dan Luffy yang selo banget orangnya bikin gue jatuh cinta. Dari situ gue langsung minta episode lainnya sama temen gue dan download sisanya. Alhasil gue punya episode one piece 1-700 lebih yang tiap minggunya rajin gue update, ya sekitar 50 GB. Kalah folder tugas kuliah gue sama koleksi anime one piece. Sampe gue pernah kegep sama kakak gue pas dia buka laptop gue, “Banyakan one piecenya daripada tugas kuliah. Lu mau jadi sarjana apa jadi cosplayer?”. Gue cuma senyum, dan bilang…. “Kalo udah cinta, apa aja diperjuangin”. Kemudian hening.


2. Episode yang paling epic menurut gue hampir semuanya sih. Tapi kalo ditanya yang paling epic itu yang mana? Gue akan jawab, pas Akagami Shanks dateng ke Marineford setelah Ace mati. Dia langsung ngomong, “Aku di sini untuk menyelesaikan perang ini. Jika diantara kalian masih ada yang ingin terus melawan, kemarilah! Kami dengan senang hati bertarung dengan kalian. Mihawk & Fleed Admiral Sengoku pun setuju, perang selesai. Euphorianya sampe dua hari berturut-turut.


3. Karakter Cowok Favorite, gue paling suka sama mantan anak buahnya Crocodile, Mr. 2 alias Bon Clay atau yang sering luffy panggil Bon Chan. Walaupun dia diciptakan untuk menjadi orang jahat, tapi dia menolong Luffy saat dipenjara di Impel Down Level 5 (Penjara yang isinya salju), Bon Chan memanfaatkan kekuatannya dengan berubah menjadi pengawal Impel Down agar bisa tembus ke Level 5 untuk menyelamatkan Luffy yang sudah sekarat di tumpukan salju. Saat ditanya oleh Buggy & Mr 3, kenapa ia ngotot banget mau nolongin Luffy, Bon Chan menjawab…. “Karena ia temanku! Itulah satu-satunya alasan yang aku punya!”. Dari karakter Bon Chan gue belajar satu hal, kalo jahat ya jahat aja, tapi kalo orang udah baik sama kita, apa salahnya kita berbuat baik juga sama orang tersebut. 


4. Kalo karakter cewek favorite gue itu…… Perona si gadis berkekuatan pengendali hantu mantan anak buahnya Gekko Moria di Thriller Bark. Walaupun dia salah satu pasukan jahat yang menjatuhkan kru mugiwara lainnya, tapi dia juga salah satunya kru Moria yang paling baik ke Zoro. Perona merawat Zoro hingga sembuh setelah berperang luar biasa dengan Bartholomew Kuma. Dari karakternya, gue tau kenapa orang jahat tuh jahat, karena dia nggak punya teman yang mau berinteraksi baik sama dia, makanya satu-satunya cara dia supaya bisa berinteraksi sama banyak orang adalah dengan menjadi jahat. Tapi karena dia selama dua tahun bersama Zoro, ia pun menunjukan karakter lain dalam dirinya, karakter baik. Nggak ada yang namanya orang jahat, yang ada cuma orang yang belum bisa nunjukin kebaikannya ke orang lain. 

5. Ost Favorite? Believe. Sepakat? 




6. Gue sangat menantikan episode saat di mana Luffy bertemu tatap muka dengan Akagami Shanks dan Usopp bertemu kembali dengan ayahnya, Yasopp. Gila, episode itu bakal jadi favorite gue sepanjang masa kalo sampe dibuat sama Sensei Oda.


7. Suka banget sama Dracule Mihawk si Mata Elang. Dia satu satunya anggota Schibukai yang nggak rese. Saat yang lain adu kekuatan, dia hanya mau nunjukin kekuataannya ketika dia diusik. Yang bikin kagum adalah dia mau ngelatih Zoro selama dua tahun, padahal Zoro jelas-jelas memohon ke Mihawk, “Aku ingin berlatih denganmu agar aku bisa mengalahkanmu”. Mihawk cuma ketawa dan berkata dalam hati, “Seseorang yang merelakan harga dirinya, pasti sedang melindungi orang terpenting dalam hidupnya”. 

8. Gue mau jadi Yonkou. Seperti Shanks. Alasannya kurang lebih kayak no. 2.


9. Musuh terbaik adalah Bellamy. Saat dia mencoba melawan Luffy di Mock Town & Pertarungan terakhir Bellamy di Dressrosa. Di satu sisi, Bellamy menganggap Luffy temannya, namun di sisi lain dia merupakan anak buah dari Doflamingo yang di mana ia sangat menghormati Doflamingo. Benar-benar musuh terbaik!

10. Petarung terbaik? Ya, Monkey D. Luffy. Tidak pernah terkalahkan, karena dia selalu bilang, “Tidak seorang pun dapat memutuskan di mana dan kapan aku harus mati”. 


10. Buah Iblis Favorie itu buah iblisnya Kanjuro. Bisa bikin gambar jadi hidup. Sumpah seru banget hidupnya dia.


12. Episode yang selalu bikin gue nangis sih selalu pas Ace mati. Tapi yang paling sedih itu pas Nico Robin masih kecil yang dia ketemu sama mamahnya yang dibawa pergi oleh Marine, dia ngomong, “Apakah kamu ibuku? Aku robin! Aku tumbuh dengan baik, apakah kau tidak ingat aku? Aku selalu menunggumu untuk kembali, apakah kau benar bukan ibuku? Suatu hari nanti aku ingin berjalan bersamamu sambil bergandengan tangan. Aku belajar sangat giat sampai hingga akhirnya aku akan menjadi arkeolog. Maka dari itu, biarkan aku bersamamu.. Aku mohon….untuk jangan meninggalkan aku sendiri lagi”. Mereka pelukan, ibunya bilang “Tetaplah hidup, Robin!” sambil nitipin Robin ke Saulo. Udah nonton berkali-kali, dan nangis berkali-kali juga. Parah sih.

13. Gue merasa nggak ada yang mirip sama karakter gue di One Piece, tapi untuk kehidupan, gue ngerasa jadi Nico Robin. Kenapa? I don’t want to tell you, weee!


13. Arc Marineford. Itu bener-bener perang paling epic yang pernah ada. Lebih seru perang ini, daripada perang SARA  di Indonesia.


15. Hewan peliharaan Favorite adalah Kungfu Dugongs. Yaampun gemes banget pas dia nangis mohon-mohon sama majikannya untuk berhenti nyakitin Luffy & Law. 


16. Pas Ace mati. Sumpah di situ gue nggak rela banget kenapa Ace harus mati, kenapaaaa sih


17. Couple Favorit itu Zoro & Nico Robin. Sama-sama cuek dan kalau udah bercanda gokil abis. Kira-kira mereka bisa menikah nggak ya?


18. Pulau Favorit Sabaody. Paling epic saat Luffy mau nolongin Caimie. Abis itu ngelawan Marine bertiga sama Law & Kapten Kid. Keren parah. 


19. Episode paling lucu itu pas episode 130. Nico Robin pertama kali join Kru Mugiwara. Bagaimana masing-masing Kru Mugiwara mencoba menerima keberadaan Nico Robin. Sumpah kalau nonton lagi ketawa mulu.

20. Gue males sama musuh-musuh recehnya Mugiwara, mulai dari Dewa Enel – Gekko Moria. Mereka terlalu show off padahal culun.

21. Oda, jangan tamat dulu dong One Piecenya, supaya aku bisa hidup menua bersama petualangan Kru Mugiwara yang lebih seru!


22. Jurus Favorite itu jurusnya Usopp bikin Sugar sampe pingsan dan semua mainan di Dressrosa kembali menjadi manusia. Damn, Usopp gokil!


23. Buah Iblis Yami Yami No Mi punyanya Blackbeard alias Marshall D. Teach yang sekarang menjadi Yonkou baru. Buah setan yang dia miliki itu bisa berubah menjadi elemen kegelapan dan bisa menonaktifkan buah iblis terkuat lainnya. Alig sih, parah.



24. Senjata favorite itu pedangnya Admiral Fujitora. Bisa mengendalikan gaya gravitasi. Goks!

25. Tinggal di New World. Di mana semua orang-orang hebat berkumpul dan bertarung dengan seru, nggak kayak di Indonesia bertarung untuk Politik yang dibalut dengan atas nama agama. hhhh~


26. Marine Favorite gue adalah Admiral Fujitora Issho. Saat dia udah dititik terakhir kekuataannya di Dressrosa, dia bersujud kepada seluruh rakyat Dressrosa sambil meminta maaf, “Maafkan karena selama ini tidak bisa melindungi Dressrosa”. Saat paling mengharukan adalah saat dia mau ngelawan Luffy tapi keburu dibantuin sama rakyat Dressrosa dia bilang, “Kurasa seharusnya tak kubutakan mataku. Aku ingin melihat wajahmu. Aku yakin kau orang yang tampan. 


27. Gue pengen banget ngebunuh Akainu yang udah berani-beraninya ngebunuh Ace. Ngapain diciptaiin sih Marine Angkuh kayak gitu!


28. Qoute yang paling berkesan buat gue adalah saat Luffy lagi di Desa Kokoyashi alias Kampung halamannya Nami episode 42. Saat Nami minta tolong sama luffy untuk menghentikan penderitaannya, Luffy & Krunya mati-matian melawan Arlong. Kata-kata luffy kepada Arlong saat itu yang membuat gue makin jatuh cinta sama Luffy adalah… “Aku memang tidak bisa menggunakan pedang, aku juga tidak tahu bagaimana bernavigasi, serta aku tidak bisa masak, dan juga seperti usopp. Aku tahu aku harus membutuhkan bantuan orang lain dalam hidupku!”. 


29. Pertarungan terbaik adalah saat Luffy bertarung untuk yang terakhir kalinya sama Bellamy di Dressrosa. Saat orang teman mencoba menolong temannya sendiri dari keadaan paling pelik dalam hidupnya, yang hanya bisa dilakukan hanyalah membuat temannya mati dengan tenang..

30. Gue akan menjalani hidup seperti biasanya dan yang pasti file anime One Piece yang gue koleksi hingga bergiga giga lebih ini, akan gue kasih ke anak gue kelak nanti. EHEHEHE.

Finally 30 Days Challenge ini berhasil gue selesaikan setelah tertunda berkali-kali. Belum begitu expert tentang One Piece, tapi gue benar-benar jatuh cinta sama One Piece, terlebih sama Tokohnya Monkey D. Luffy.  Ikutan 30 Days One Piece Challenge ini juga dong, singkatnya aja dikomen postingan ini. Thankyou!

Sumber Gambar: Google