Menghayal, sama halnya membahagiakan diri sendiri

Pernah menghayal? Gue sering. Kalo lu nggak ngaku dan gak suka menghayal artinya elu nggak normal dan munafik. Gue suka mengahayal sesuatu yang mungkin kalo hal itu terjadi bakal keren abis, gue lebih suka menghayal daripada ngurusin komentar orang tentang hidup gue yang jelas-jelas mereka semua nggak kenal gue. Biasanya gue sering menghayal ketika gue ngedengerin lagu, ketika gue sedang sendirian ditempat yang sepi dan sunyi, ketika senja menyambut malam, ketika hujan turun, ketika mau tidur, dan ketika gue menulis sesuatu…
****
               Mungkin kebanyakan menghayal nggak baik, tapi mengahayal itu seru, indah, dan bisa membuat gue senyum-senyum sendiri. Masa iya, kebahagian buat diri sendiri disebut nggak baik? Ah gilak lu, ndro. Banyak hal yang gue sering hayali, salah satunya adalah ketika gue menghayal bahwa karya tulis gue bisa ada di toko buku dan bisa dibaca oleh banyak orang atau bahkan bisa dijadikan panutan. Gila, hidup ini indah banget ya kalau gitu. Iya? Banget.
               Banyak hal yang bisa membuat gue bahagia, karena bahagia kita yang ciptakan bukan dia, kalian, ataupun mereka. Sejatinya kebahagian itu sangatlah sederhana, dengan bikin ngerasa bahwa hidup ini adalah anugerah itu lebih dari bahagia.
Nggak ada yang salah ketika menghayal, karena menghayal itu imajinasi, dan gratis. Gue selalu mengahayal bahwa punya keluarga yang utuh dan harmonis itu indah banget, iya indah banget. Walaupun khayalan itu nggak akan pernah bisa terkabul, seenggaknya gue masih bisa ngerasain punya orang yang peduli dan sayang sama gue sekarang. Semua itu lebih dari cukup, buat gue.
Kadang, gue menghayal kalau orang yang udah nyia-nyian gue itu ngerasain jadi seperti gue, dan gue ngerasain jadi orang yang menyia-nyiakan seseorang. Ya namanya juga kadang-kadang, semuanya bebas sebebas imajinasi.
Nggak pernah nuntut banyak dari orang sekeliling, yang gue butuhkan sekarang adalah support dari orang terdekat gue di setiap langkah yang gue jalani. Gue juga nggak nuntut banyak dari kedua orang tua gue, yang gue butuh hanyalah doa kalian supaya gue berhasil dalam menjalani hidup yang gue jalani sendiri ini… Ya setidaknya gue percaya bahwa kalian pasti mendoakan gue, walaupun kenyataannya kalian nggak pernah melakukan hal tersebut. Banyak berharap emang nggak pernah salah, yang salah adalah ketika merasakan kekecewaan atas harapan yang terlalu dalam. Iya begitu, dan akan selalu begitu.
                       Disini gue bukan untuk curhat tentang seberapa mengenaskan hidup gue, tapi disini gue hanya berharap bahwa di setiap khayalan gue tersimpan harapan dan doa yang mungkin bisa membuat hidup gue terasa indah dan bisa membuat gue tersenyum…
               ****
               Menghayal, bermimpi, berdoa, berharap, bercita-cita pada dasarnya sama, sama-sama menginginkan hal yang di inginkannya menjadi sebuah kenyataan. Gue juga begitu, sama seperti kalian banyak kemauan tapi belum sepenuhnya terkabul.
——————————————————Pesan ———————————————————
Nikmatin ajalah hidup ini, selagi nyawa sama oksigen itu gratis. Perlu diingat, bahwa menghayal dan semacamnya itu masih gratis, bahagia pun juga begitu. Bahagia adalah ketika lo menghadap sang kuasa untuk mengucap syukur yang tiada henti…. itu namanya bahagia. Menghayal itu membahagian diri sendiri, asal tau batas aja.

You Might Also Like

0 komentar