Surat Untuk Mantan

Untuk sebuah nama di masa lalu...

Aku pun tau, semua kata demi kata yang kutulis sekarang tak mampu membuat kita kembali seperti dulu. Aku hanya ingin meminta maaf untuk memutuskan hal yang sangat fatal dulu, aku sungguh minta maaf. Saat di mana kamu masih menyayangiku, dan aku sudah tak menyayangimu lagi, tetapi kamu masih tetaplah sayang kepadaku. Aku merasa bodoh sekarang, kenapa semua itu baru terasa saat kamu sudah benar-benar membuang jauh rasa sayangmu untukku. Awalnya aku merasa keputusanku dulu itu adalah jalan yang terbaik untuk hatiku yang sudah tidak bisa memaksakan agar tetap menyayangimu, tapi ternyata aku salah. Aku berpikir bahwa yang namanya hukum karma itu tidak pernah ada, ternyata ada. Jujur, aku telah merasakannya hingga detik ini. Aku memang pantas mendapatkan hal ini, bahkan seharusnya lebih dari ini agar aku bisa membayarkan semua rasa sakit yang dulu aku berikan kepadamu...

Saat perasaan menyesal itu datang, aku kembali mengenang kata “Kita”. Perlahan aku mengingat semua itu, aku pun tersenyum haru, tapi aku sadar semua waktu yang pernah menyatukan aku dan kamu menjadi “Kita” tidak akan pernah kembali lagi, tidak akan. Aku tak mau terlalu lama mengingat tentang kita, karena itu semua hanya akan membuatku merasa bodoh, biarkan aku seperti ini, merasa penyesalan yang tak ada ujungnya dan merasakan menjadi orang paling bodoh karena telah membiarkan berlian indah pergi..

Mungkin saat ini kamu sudah bahagia dengan orang lain yang jauh lebih baik dari aku, kini ku persilahkan kamu untuk memilih kebahagianmu sendiri, disini aku hanya bisa mendoakanmu agar kamu tetap merasa bahagia, walau tanpa aku disela-selanya. Aku tidak pandai dalam merangkai kata, aku juga tidak terlalu berharap kamu membaca tulisanku ini, tidak. Setelah kepergianmu yang benar-benar pergi dari hidupku, banyak pelajaran yang kamu berikan untukku. Kamu mengajarkan bahwa tidak ada cinta yang sempurna, yang ada itu hanyalah kekuatan untuk berusaha membuat cinta itu menjadi sempurna.

Sekarang aku selalu hidup dengan rasa penyesalan dan untuk menebus semua kesalahanku, sebisa mungkin aku selalu bersikap baik padamu dengan menyapamu ketika bertemu, ya walaupun kamu tidak terlalu menganggapku ada dihadapanmu. Jujur, rasa sayang yang dulu pernah ada, kini kembali datang. Aku sayang kamu, kamu sayang siapa? Sayang sekali bukan aku.. Aku hanya kembali menyayangimu, tidak untuk mengharapkan aku dan kamu menjadi kita yang dulu, dengan berhubungan baik layaknya teman saja itu sudah cukup membuatku lega. Dulu aku yakin kamu adalah satu-satunya orang yang bodoh karena masih mengharapkanku untuk kembali, tapi sekarang semua itu berbalik. Kini akulah orang bodoh tersebut. Ada aku disini, orang jahat yang sudah menyia-nyiakan kasih sayang yang tulus, dan kini aku menyesal, tapi ya sudahlah...


Aku hanya bisa berdoa untukmu, agar kau selalu dilimpahkan kebahagiaan yang tiada henti, biarkan aku seperti ini agar semua kesalahanku ini terbayarkan. Aku akan tetap menjadi diriku, kamu juga akan tetap menjadi kamu, dan kita pun tidak akan pernah kembali kepada yang namanya masa lalu. Karena aku tau, bahwa masa lalu itu bukan untuk disesali, ataupun ditangisi, tapi untuk dipelajari, agar tidak jatuh di rasa sakit yang sama. Untuk sebuah nama di masa laluku, ketahuilah bahwa aku sayang kamu. Semoga kamu selalu merasakan kebahagian yang dulu tidak kamu dapatkan dariku..


Tulisan ini diikutsertakan untuk lomba novel #suratuntukruth novel Bernard Batubara @Gramedia @Benzbara_

You Might Also Like

18 komentar

  1. Sedih banget, tapi gue gak ada mantan tuh wkwk :v

    ReplyDelete
  2. Ini dari hati bukan sih? kok kayaknya bahasanya begitu banget. :3

    ReplyDelete
  3. Masa lalu memang untuk di pelajari, bukan disesali atau ditangisi,, Dadah mantann

    ReplyDelete
  4. udah berapa ember air mata waktu nulis nih surat.. haha
    otomatis harus nginget2 mantan lagi yah..

    semoga mantannya, bahagia dengan cowo lainnya. aihhh..

    ReplyDelete
  5. Duuh... Mau dong jadi mantannya #ehh :3

    Gutlak dey! Semoga menang.... ('O')9

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aih :3 okee makasih tapi sayangnya kalah-_-

      Delete
  6. sudah-sudah yang lalu biarlah berlalu, sesakit apapun itu, walau kamu sudah menyesal tapi biarlah... move on yaaa... buat sang mantan bangga sama kamu :)

    ReplyDelete
  7. Syahdu banget suratnya... jadi terenyuhh bacanya.. good luck yaaa

    ReplyDelete
  8. Huwaaa~ Nyesek banget tau bacanya :( Tissue, mana tissue? TwT

    ReplyDelete
    Replies
    1. *lempar tisu* hahaha makasih udah mau baca yaaa :))

      Delete