[Cerpen] Aku hanyalah seorang secret admirer



Aku sudah lama tidak pernah menyimpan perasaan terhadap seseorang, maaf, maksudku, aku belum sempat untuk menyimpan hatiku ini kepada orang yang tepat. Selama aku hidup di semesta ini, tidak hanya sekendar menikmati dunia ini saja, tapi aku telah menemukan cinta yang tak akan pernah bisa aku dapatkan selain bersama mereka. Sejak aku duduk di bangku sekolah, baru kali ini aku menemukan mereka, yang aku sebut sebagai “Teman” atau bahkan lebih dari teman, sahabat mungkin. Di antara mereka ada salah satu lelaki yang sangat membuatku kesal, kadang juga ia membuatku bahagia setelahnya, selalu begitu yang ia lakukan, hmm, maksudnya kami rasakan. Di sekolah tiada hari tanpa perdebatan, karena hanya dengan perdebatan kami bisa saling berinteraksi, saling mengutarakan pendapat (perasaan).....

Kita tidak satu kelas, tetapi sahabatkulah yang kebetulan satu kelas dan duduk sebangku dengannya. Setiap mereka sedang mengobrol di waktu istirahat, aku selalu menganggu, bukan menganggu sih, aku hanya ingin ikut bercanda dengan mereka, lebih tepatnya dia.

“Ngapain sih lu pesek ke sini? Nggak punya temen bukan?” Kata itulah yang selalu keluar pertama kali darinya setiap aku menghampirinya ke dalam kelas.

“Punya, tuh *sambil menunjuk sahabatku*”. Jawabku dengan matang.
“Yakin lu punya temen kayak dia?” Tanyanya kepada sahabatku dengan tampang yang super menyebalkan.

“Aaaaah. Bukan cuma dia kok temen gue, tapi kita semua adalah persahabatan bagai kepompong kan... *lanjutnya sambil menyanyikan lagu Sindentosca – Kepompong*

“Udah deh sana lu balik ke kelas, ngapain ada di sini” Ketusnya terhadapku

“Yaudah sih biarin aja, masalah buat mantan lu?” Jawabku sambil menyindir tentang mantannya yang kebetulan paling cantik di sekolah kami.

“Apa sih lu, basi tau gak. Masih nggak ngerti juga kalau gue udah nggak suka lagi sama dia?” Ia mulai kesal jika sudah membahas mantannya tersebut.

“Bodooooo!” Ketusku di depan mukanya.

“Dasar lu, udah jomblo nggak jelas pula hidupnya” Ucapnya kepadaku sambil mengangkat sebelah alisnya.

“Heh kalo ngomong biasa aja dong! Gue bakal buktiin ya, kalau gue udah gede, gue pasti sukses dan bahagia! Catet” Kataku sambil menunjuk-nunjuk ke arahnya.

“Amin-in dulu aja kali ya...” Katanya.

“Iya, kan untuk masa depan kita......” Lanjutku sambil tertawa geli.
Saatku bilang begitu, seketika ia diam sambil menahan tawa, akhirnya pun ia tertawa juga...

“Dasar lu peseeeeeeek!” Ia pun mengalihkan pembicaraan.

****

Kita selalu begitu, dan kadang juga sangking kesalnya ia kepadaku, ia sempat berbuat kasar, bukan kasar dalam memukul, tapi perkataannya yang diringi dengan menekan hidungku sampai merah...

“Dasar lu peseeek, gua dong mancung. Wlee” Ucapnya sambil menekan hidungku sampai merah.

“Sekasar-kasarnya gue sama lo, nggak pernah gue sekasar lo ya. Najis kasar!” Kataku yang marah beneran.
         
Aku pun meninggalkannya ke arah depan pintu kelas dan beberapa detik kemudian, ia menghampiriku lalu mencubit-cubit kecil pipiku sambil berkata...

“Maafin akuuuu maafin akuuuu” . Ucapnya dengan muka sedih-sok imutnya.
         
Aku hanya bisa tersipu malu atas permintaan maafnya kepadaku, mungkin terdengar sederhana, tapi aku tetapkan hari itu sebagai hari terindah dalam hidupku....

****

Aku tak pernah tau seperti apa itu cinta, tapi saat bersamanya, aku bahagia.

Entah sejak kapan perasaan tidak mau jauh dan tidak mau kehilanggannya ini tumbuh, setiap berada di dekatnya walaupun terlihat seperti kucing dan anjing, jujur aku sangat menikmati setiap moment itu terjadi. Aku pun juga tidak tau apakah dia merasakan hal yang sama sepertiku sekarang ini, sekarang aku hanya bisa terus seperti ini, aku tidak mengerti dengan diriku, aku ini hanya sekedar penasaran saja atau aku memang telah menemukan orang yang pantas untuk aku berikan semua rasa kasih sayangku kepadanya, aku tidak mengerti.

****

Selain selalu mengejek dan saling memuji diri sendiri, bahan yang paling harga mati bagiku adalah ketika aku harus membahas tentang mantannya, agar aku tetap bisa terus berinteraksi dengannya...

“Dasar lu jomblo yang nggak bisa move on dari mantannya, makanya nggak usah sok ganteng!” Kataku memulai membahas mantannya tersebut.

“Alay tau nggak lu. Basi banget ngebahas mantan, elu boleh tanya sama dia apa gua masih ngarep-ngarep sama dia, atau dia yang masih ngarep-ngarep sama gua? Silahkan tanya!” Emosinya pun memuncak...

“Kalo gitu, coba jawab pertanyaan gue sambil liat mata gue”

“AYO!”
“Masih sayang kan sama dia?” Tanyaku cepat.
“Gak”
“Sayang kan sama dia?”
“Gak”
“Yakin nggak sayang sama dia?”
“Yakin”
“Jujur, masih sayang kan sama dia?”
“GAAAAAK!!!”

Berkali-kali aku tanya seperti itu, hingga akhirnya aku bertanya yang beda padanya...

“Sayang kan sama gue???????”

Di situ ia langsung diam tanpa bisu, antara menahan amarahnya dan ingin tertawa geli di depanku.
Dan ia pun hanya menjawab,

“Elu sayang kan sama gue?”

“Tuh kan bener, yang ngarep siapa sekarang....” Kataku kepada orang yang saat itu memperhatikan pembicaraan kami.

Setelah pembicaraan itu, kami berdua saling pergi meninggalkan.

****

Seperti apa yang aku ingat semua tentangmu, di saat itu juga aku merasa bahagia. Apa itu tidak cukup untuk membuktikan kepada diriku sendiri bahwa aku memang merasa nyaman di dekatmu, atau aku jujur bahwa aku sudah mulai menyanyangimu lebih dari seorang teman yang seperti musuh.

Walaupun kami sering berdebat, tapi itulah yang membuat kami saling mengenal lebih dekat. Kami tidak melulu berdebat, kami pun berkumpul bersama dengan yang lain bercerita-cerita, tertawa bersama, dan mengukir mimpi bersama-sama. Semakin hari kami semakin dekat, aku tidak tau, apa yang selanjutnya terjadi, apa yang selajutnya aku dan kamu lakukan agar menjadi “Kita”. Aku sedang berusaha mengumpulkan banyak kenangan bersamamu, walaupun kadang aku masih berlindung kepada rasa gengsiku yang tinggi ini.

Aku hanya bisa mengingat semua kenangan di setiap kita lalui sama-sama, agar suatu saat nanti aku dan kamu kalaupun pada akhirnya tidak bisa menjadi “Kita” setidaknya aku masih menyimpan semuanya, iya, semuanya.

Aku tidak mau terlalu jauh untuk terus berharap kepada perasaanku sendiri ini, tapi aku hanya ingin merasakan yang namanya disayangi dan menyayangi, aku hanya ingin jatuh cinta pelan-pelan karena aku hanyalah seorang secret admirer...

Tadinya, yang tau perasaan ini hanyalah aku dan Tuhan, tapi aku pun sudah tidak tahan lagi menyimpannya seorang diri, aku berbagi cerita kepada teman dekatku yang sangatlah dekat dengan dia orang yang aku sayang. Aku kira temanku akan kaget mendengar semua ceritaku, ternyata ia tidak kaget sama sekali, karena ia bilang bahwa dirinya sudah bisa membacanya dari bahasa tubuhku saat berinteraksi dengannya. Temanku tidak kaget, ia hanya sedih sekali mendengar ceritaku, ia bilang “Gue kira, kita bakalan terus jadi temen tanpa ada yang menyimpan perasaan lebih satu sama lain, tapi ternyata perkiraan gue meleset. Semangat ya, kalian berdua cocok kok, sekarang biarkan semesta yang menentukan seperti apa nanti akhir dari cerita ini, sekarang lo cukup untuk berjuang buat dia”.
****

Di setiap waktuku, hanya ada dia. Seseorang yang telah membuatku mengerti bahwa setiap detik dalam hidupku sangatlah berarti, terutama sesaat bersamanya...

Entah, aku yang salah, waktu yang salah, perasaan ini, atau pertemuanku dengannya yang salah? Aku tidak tau, tapi aku selalu berdoa agar kita berdua mendapatkan kebahagian yang di inginkan....

Pertanyaan terbesarku saaat ini adalah: Apakah ia juga merasakaan perasaan yang sama sepertiku?

Lanjut atau tidaknya perjuangan ini, hanya waktu yang terlepas dari gengsi lah yang bisa menjawab semua perjuangan ini....

 Nb: Ini hanya cerita karangan bercandaan kok, jangan di seriusin nanti sakit...

You Might Also Like

36 komentar

  1. Lu gak tau apa arti cinta. Tapi lu ngerasa bahagia kalo sama dia. Itu mah namanya lu cinta sama dia ...

    Ciye sekarang saling canda-candaan, ntar kedepan cinta-cintaan. Awal sih emang gitu. Asik yah.

    Tapi hati" jg kalo pcaran sama temen deket. Biasanya abis pacaran bukan temen deket lagi loh, malah kayak gak kenal ~ :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Please, ini tuh cerita gue bikin dari pengalaman temen gue, bukan gue... damn--"

      Delete
  2. Cerita karangan yang nyata ya, hihi..
    terus berjuang ya jangan sampai menyesal :D

    ReplyDelete
  3. ahahahah nyata juga nggap masalah :D
    real banget sepertinya.. hihi
    suara hati ?
    jadi secret admirer itu emang sakit, dan rata-rata dalam setiap pertemanan ada yang melebihi rasa care dari sebuah pertemanan..
    kadang nggak bisa disalahin juga, kalau hatinya nyaman ya mau gimana kan :3

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini suara hati temen gue, bukan gue. aduuuh kamu salah paham beb...

      Delete
  4. Tulisannya bagus, EYDnya dikit lagi dibenerin ya :)

    Semangat!

    ReplyDelete
  5. cinta kalau lama2 di pendem ntar jadi penyakit, penyakit hati lebih tepatnya :)

    ReplyDelete
  6. kalau tidak diungkapkan, kita gak akan tau bagaimana perasaan dia. tapi kadang buat mengungkapkan terasa sangat sulit. kadang gengsi, tapi yang lebih sulitnya lagi, terkadang merasa takut jika nyatanya perasaannya tidak sama. pada akhirnya semua terserah pada waktu. waktu yang akan menjawab semuanya. tidak ada yang salah dengan cinta, Deya. nyata atau nggak cerpennya, tetap harus semangat. :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya kakak sayang terima kasih sarannya. Tapi ini cerita aku buat diambil dari kisah temanku bukan aku hehehe

      Delete
  7. Ah ini bacanya kayak curhatan. Jangan-jangan curhat ya Dey? Suka sama temen yang waktu ke pangrango itu ya? *sotoy banget*

    Ide ceritanya udah menarik kok, tinggal dikemasnya aja lebih enakan. Biar bacanya emang beneran cerpen, bukan kayak curhat gitu. Kayak EYD dan dialognya diseimbangin lagi. Kebanyakan narasi kalo menurutku. Semangat ya! :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ini curhatan dari temenku, kan ini cerita dari kisah nyata temanku kak hehe. Siap nanti ditulis lebih baik lagi kak. Makasih^^

      Delete
  8. Cerpen panjang. Boleh sebagai ajang latihan agar lancar menulis, bermula dari curhat lama-lama akan terbiasa dan menemu bentuk yang baik. Tapi usahakan agar kalimatnya efektif. Kata ganti aku yang terlalu banyak dalam setiap kalimat bisa diubah dengan cara lain agar enak baca.
    Ini sudah bagus sebagai permulaan cerita. Maaf kalau masukannya kurang ngenakin. 'Kan dalam karya selain isi yang dibahas, cara ungkapnya juga agar ada peningkatan ke arah lebih baik. Di awal kepenulisan aku juga sama gaya menulisnya. :)
    Ehm, jadi secret admirer itu ada enak dan tidak enaknya. Tidak enaknya adalah takut perubahan. Benar, gak? Ambil yang enaknya saja deh agar tak puyeng, hehe.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya mak ini lagi latihan aku hehehe makanya belum bakat2 amat bikin cerpen selayaknya, lagian ini bukan cerita nyataku, ini aku ambil dari kisah temanku mak. Terima kasih masukannya, aku seneng banget. Love you mak:*

      Delete
  9. berawal dari saling ejek jadi benran suka. gila yah, kayak beneran ini ceritanya.. gue sampe melongo bacanya. laper sih :))

    iya ini kayak curhatan -_-
    overall bagus kok

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan cerita gue, ini cerita dari kisahnya temen gue hehe. Overall, makasih hahaha^^

      Delete
  10. Setuju sama komentarnya mba Rohyati Sofjan di atas. Di paragraf awal, kalimatnya banyak dipenuhi kata aku. Pernah baca juga di bukunya A. S. Laksana, katanya dialog digunakan utk menyampaikan info-info penting. Gue liat, ada beberapa dialog yg sebenarnya bisa dipersingkat.

    Hehe.. Maaf, cuma share aja kok. Bukan bermaksud menggurui atau sok-sok-an komen kayak juri idol XD

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh terima kasih banyak atas kritikannya, sangat membantu. Terima kasih sudah mau membaca ya^^

      Delete
  11. Ini pasti ada dikit dikit curhatnya nih :p

    ReplyDelete
    Replies
    1. Ini bukan aku, tapi ini cerita nyatanya temen aku yg dibuat jadi cerita sama aku hehe

      Delete
  12. judulnya cerpen tapi yang baca ini berasa baca curhatan asli yg nulis.
    klise sih, awalnya suka ejek-ejekan, suka debat, ujungnya suka perhatian suka merhatiin detailnya si dia, awalnya buat bahan ejekan ehh makin kesini makin suka. INI FTV hahahahahah
    tapi kerennn

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ya emang ftv hahahahha. Bukan maksud gue untuk curhat, tapi emang kisah temen gue ya beginilah~

      Delete
  13. Keren nih tulisannya :D. Lanjut nulis deh...Wah ini kok gaya penulisannya kayaknya pengalaman pribadi ya :D

    ReplyDelete
  14. Hmm, gue sih yakin kalau cerita dalam tulisan ini karangan doang... *sok tau*

    Tapi gue cuma kasih saran yah, seandainya cerita ini adalah true story dalam kehidupanmu.. "baiknya kamu menimbang kembali gengsimu yang telah kamu akui sangat tinggi itu dan ga ada salahnya kamu yang ngungkapin perasaanmu ke dia... zaman sudah berubah, gak selamanya lelaki yang harus ngungkapin perasaanya kepada perempuan" *lagi gue sok menggurui*

    Good luck

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh om, ini bukan aku tapi ini cerita temenku yang aku jadikan tuliskan nanti sarannya akan aku kasih tau temenku kok. Terima kasih mau membaca, salam kenal:D

      Delete
  15. semoga di lain waktu tidak menjadi pemuja rahasia lagi, jujurlah pada hatimu :p

    ReplyDelete
  16. cieee cnta ala ala sekolah emang pertama ledek ledekan dulu, bercanda dulu terusternyata sukaaakkk, jadi inget masa laluuu, persiss bingit..cuman kalo aku dulu teryata cuman sebilah tepuk gitu... *kejerdipancuran ahh, masamasa kayak gitu emang masa masa paling indaaaaah :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. Aduh kok kakak jadi ikutan curhat sih? hahhaha iya emang indah banget kak:D

      Delete
  17. gue gak menciye-ciyekan karena gue tau ini cerpen semata.. ngg.. beneran gak ada unsur curhat kan ya tapinya? ehm ehm...

    gue pernah loh awalnya ngejekin mulu, dan akhirnya malah jadian, sampai setahun setengah lebih dan akhirnya gue susah banget move on dari dia... oke oke, ini gue curhat. tapi bagaimanapun cerpen ini sukses melempar gue ke masa lalu dan inget mantan gue yang dulu... ah sial -_-

    ReplyDelete
    Replies
    1. Kok awalnya gak enak banget bang hahahaha--" Lah, kok malah elu yang curhat bang haha gpp kok gpp sini cerita sama adik hehehe. Wah iya? YESSSSS AKU BERHASIL *Gaya dora*

      Delete
  18. mencium gelagat curhat :D
    secret admirer? ah gue baru aja ngalamin ini. dan gue juga cerita ke sahabat yang selalu barengan sama gue juga dia, eh ternyata sahabat gue juga suka sama dia. jadi ruwet lah ceritanya *duh curhat*

    iya pelan-pelan aja jatuh cintanya, nanti kalo cepet-cepet, bosennya juga cepet :')

    ReplyDelete
    Replies
    1. Waaaah i feel bad for you kak:( iyaa nanti disampein ke temen akunya ya hahaha

      Delete