[REVIEW] DILAN 1990, YANG BERAT ITU BUKAN RINDU, TAPI CICILAN!


“Jangan rindu, berat. Biar aku saja”.

Kira-kira kalimat itulah yang sedang booming dikalangan remaja di Indonesia setelah menyaksikan Film Dilan 1990 yang diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq dan disutradarai oleh Fajar Bustomi


Dilan 1990 berlatarkan kota Bandung di tahun 1990 dengan segala kehidupan remajanya pada masa itu sebagai anak SMA yang memiliki posisi penting di geng motornya, Panglima Tempur. Dilan dengan segala kerandomannya tiba-tiba menyapa seorang gadis cantik yang memiliki rambut terurai panjang, ia adalah Milea Adnan Husain (Vanessa Prescilla).


“Kamu Milea, ya?” Sapa Dilan (Iqbaal Ramadhan) sambil mengendarai sepeda motor Honda CB 100.

 "Iya," jawab Milea dengan datarnya.

Dengan penuh yakin, ia bisa tiba-tiba menjadi seorang peramal, "Aku ramal, nanti kita akan bertemu di kantin." Sebegitunya.


Di film ini, Dilan memiliki karakteristik yang sangat menawan, ia tahu bagaimana cara membuat Milea tersenyum, membuatnya merasa aman, dan membuatnya terbiasa mendengar kalimat-kalimat manis dari seorang Panglima Tempur yang sangat baku seperti Sutan Takdir Alisjahbana. Dialog-dialog dan bercandaan yang memang terlihat cliché, namun semua itu bisa sangat menarik saat Dilan yang melakukannya. Sepanjang film penonton akan selalu diselimuti degan senyum-senyum sendiri dan sama sekali tidak membosankan (mungkin ini hanya bagi perempuan saja, dan tidak semua perempuan). Alur yang baik, awal permasalahan, konflik, dan klimaksnya terlihat jelas & perpindahan alur itu tidak hanya dihabiskan di dialog, tetapi juga dalam bentuk aksi yang sangat menyenangkan.


Bagi orang yang menontonnya akan meninggalkan kesan yang sangat baik, “Memang ada benaran laki-laki seperti Dilan di dunia ini?”. Sebegitunya ya? Iya, memang sebegitunya. Motor Honda CB 100, TTS, dan Kerupuk adalah kesederhanaan yang Dilan berikan untuk Milea, apakah Milea benar-benar menyukainya? Milea sangat menghargai apapun yang Dilan kasih kepadanya, hingga ia pun mengacuhkan Kang Adi (Refan Hady), guru les private Milea yang maha dewasa, keren, dan maha penuh keloyalitas terhadap diri Milea.

"Selamat ulang tahun, Milea. Ini hadiah untukmu. Cuma TTS, tapi sudah kuisi semua. Aku sayang kamu. Aku tidak mau kamu pusing karena harus mengisinya. Dilan”.
Banyak yang berkomentar bahwa Iqbaal Ramadhan ex CJR yang disebut-sebut sebagai boyband cemen itu nggak pantas untuk memerani peran sebagai Dilan, kamu setuju? Saya tidak. Menonton filmnya adalah sebuah kebahagiaan sederhana, karena secara tidak langsung penonton seperti sedang digombali oleh Iqbaal (Dilan), kamu tidak perlu denial, terima saja. Sejak pertama rilis pada tanggal 25 Januari 2018 hingga Maret 2018, Film Dilan 1990 sudah tembus hingga 6 juta sekian. Kalau sudah nonton Film Dilan kamu pasti akan merasa rindu kepada Dilan, saya saja sampai menontonya 2 kali. Tidak percaya? Coba saja nonton filmnya di Bioskop. Kira-kira Film Dilan 1990 bisa tembus 7 juta penonton tidak, ya?


Bagaimana menurutmu tentang Film Dilan 1990? Satu hal lagi, jika ada seorang laki-laki pada tahun 2018 ini memperlakukan kamu seperti apa yang Dilan lakukan kepada Milea, apakah kamu akan tetap menyebutnya sesuatunya yang "Sweet" atau malah menyebutnya, "Myskin"? Let me know di kolom komentar ya!

Source image: Google.co.id

You Might Also Like

1 komentar

  1. Ya aelah....cicilannya kok nggak dibahas sih mbak.

    Kalo aku sih terus terang belum pernah liat film ini heheee....

    ReplyDelete