[REVIEW] LOVE FOR SALE: TOO GOOD TO BE TRUE. BUT, CAN THIS HAPPINESS HAPPEN FOREVER?


Sungguh mencintai adalah pekerjaan yang berat dan penuh resiko karena selalu melibatkan perasaan. Tapi kukira, mengambil resiko tak pernah ada salahnya - Richard, LOVE FOR SALE.

Kira-kira begitulah quote penutup dari film tersebut. Sebelum kamu menyimak ulasan tulisan ini lebih jauh, mari simak terlebih dahulu sinopsis dan trailernya.



Love For Sale merupakan film drama romantis Indonesia yang dirilis pada 15 Maret 2018 dan disutradarai oleh Andi Bachtiar Yusuf. Film ini diperankan oleh Gading Marten dan Della Dartyan. Film ini merupakan film debut bagi Della Dartyan dan film pertama Gading Marten sebagai pemeran utama. Richard Achmad dijuluki jomblo akut, karena terlalu lama hidup sendiri. Suatu ketika teman-temannya memberi tantangan padanya, "Dua minggu lagi aku akan menikah, bawa pacarmu atau harga dirimu yang kami pertaruhkan". Maka segala cara diupayakan sampai kemudian sebuah situs kencan  mempertemukan dirinya dengan Arini Kusuma (Della Dartyan). Kesalahan administrasi membuat Richard terpaksa membiarkan Arini bersamanya selama 45 hari masa kontrak, perlahan benih asmara pun tumbuh. Richard terkesan dengan pemahaman Arini pada dirinya, pada hobinya bahkan pada selera makannya. Ia pun jatuh cinta pada Airini. Sesuatu yang tak pernah terjadi selama 20 tahun terakhir, Richard pun berniat untuk melamar Arini menjadi isterinya.


Terlalu fokus mengejar karir dan sibuk dengan kegiatan sendiri membuat diri lelah dan mengeluh tentang work-life balance dalam hidupnya. Seperti ada yang kosong, menutup diri dari dunia serta menutup pintu hati untuk siapapun dan selalu berbohong pada diri sendiri bahwa dirinya baik-baik saja, padahal tidak. Kisah percintaan yang terjadi di film ini mungkin pernah terjadi pada siapapun, namun semua pemeran berhasil membuat film ini menarik untuk ditonton. Hal-hal sederhana seperti senyuman, sarapan pagi, hobi yang sama, jalan bersama merupakan satu kesatuan yang mengikat hati menjadi rasa yang mereka sebut itu, jatuh cinta. 


Richard adalah masyarakat middle-class Jakarta yang masih mendengarkan musik dengan piringan hitam, mobil kuno, memakai kaos polo shirt atau kemeja dan juga celana mengatung. Tak lupa sepatu fantofel kuno dan gaya rambut yang klimis. Richard yang merupakan bos yang “Bossy” pun luluh menjadi seseorang yang penuh kasih, semua itu karena rasa cinta yang sedang ia rasakan.


Beda Richard, lain juga Arini. Tokoh Arini yang penuh energi positif membuat setiap wanita yang menontonnya ingin memiliki sikap seperti Arini yang loveable. Senyuman, mata, gestur tubuh, dan gaya bicara seorang wanita yang membuat pria seperti sangat dicintai. Seorang wanita yang berantakan namun tetap terlihat cantik dan seksi, pintar masak, rajin olahraga, supel dan juga manja membuat lutut para pria lemas ketika berada di dekatnya. Arini yang lebih berbahaya dibandingkan narkoba, sulit dilepaskan, dan terlalu indah untuk disesalkan.


Terlepas dari cinta yang Arini berikan kepada Richard, ada Panji (Verdi Solaiman) sahabatnya yang sangat agamis. Setiap omongan yang keluar dari mulutnya selalu menarik, karena dasar yang ia ucapkan bersumber dari ayat Al-Qur’an. Ada 4 surat yang dia ambil di Al-Qur’an, diantaranya, Pertama, Surat Al Hujaraat ayat 13 yang menjelaskan bahwa manusia diciptakan berpasang-pasangan. Kedua, Surat Al’Asr ayat 1-2 yang menekankan pentingnya memanfaatkan waktu. Ketiga, Surat Al An’am ayat 32 yang mengatakan bahwa dunia ini hanyalah kehidupan fana, dan sesungguhnya hidup adalah akhirat. Terakhir, Surat Al Baqarah 216 yang berisi tentang Tuhan adalah Dzat yang maha mengetahui tentang segala kebutuhan umatnya. Beruntungnya Richard dikelilingi orang-orang yang penuh kepositifan.


Arini yang “Too good to be true” yang dapat diartikan sebagai sesuatu kesempurnaan yang sulit untuk dipercaya bahwa itu adalah nyata. Sedikit rasa ragu sempat menyakal tentang kesempurnaan yang menghampiri diri yang jauh dari kata sempurna, namun Arini berhasil memberikan energi positif dan kebahagiaan yang melebihi ekspektasi Richard selama ini terhadap seorang wanita.


Jalan cerita yang datar dan cheesy membuat film ini terlihat biasa saja, namun berhasil dicover oleh pembawaan Richard & Arini yang menjadikan film ini seolah-olah nyata hidup dan relate dengan kehidupan percintaan zaman sekarang di Ibu Kota Jakarta. Meskipun begitu, film ini harus diapresiasi karena mengajarkan kita untuk melihat cinta dari sisi yang lebih luas lagi.


Richard adalah kita. Richard yang sebelumnya belum pernah merasakan cinta yang membahagiakan seperti ini merubah dirinya menjadi pribadi yang lebih baik. Film ini memberi pesan cerita bahwa, tidak ada yang namanya kebetulan. Saya pun mengamini hal tersebut. Richard terlalu menikmati kesendiriannya, mencintai dirinya lebih dari siapapun, hingga akhirnya dia bertemu dengan Arini yang membuatnya ingin membagi cinta dan waktunya untuk orang lain. Namun, tidak dipungkiri bahwa bahagia dan sedih merupakan satu kesatuan yang tak bisa dipisahkan. Untuk memberikan cinta dan hidupmu kepada orang lain, sebelum kamu bertanya tentang pendapat orang lain, coba tanyakan dulu pada dirimu sendiri, "Apakah aku siap untuk membagi cinta dan hidupku dengan orang lain?" Jika yakinmu sudah penuh, lakukan! Tak hanya itu, sebelum kamu membahagiakan orang lain, tolong bahagiakan dirimu terlebih dahulu. Karena kalau kamu tidak bisa membahagiakan diri sendiri, bagaimana kamu mampu membahagiakan orang lain? Di ending film Love For Sale yang gantung dan berakhir dengan kepergian Arini, mengingatkan kita tentang rasa dan harapan yang sudah terlalu jauh hingga kita lupa telah sebegitunya pada manusia, padahal kita hanya boleh bergantung dan berharap hanya kepada Tuhan yang Maha Esa. 


Tolong untuk Arini-Arini di luar sana, jika kamu ingin pergi.... ingatlah perkataan dari Sudjiwo Tejo tentang cinta.... "Jangan sengaja pergi agar dicari, jangan sengaja lari agar dikejar. Berjuang tak sebercanda itu". Tidak ada yang salah dengan pergi, namun yang kamu perlu lakukan sebenarnya hanyalah jujur. Terima kasih Arini, kamu telah memberikan kebahagiaan yang tak pernah Richard rasakan sebelumnya. Mengubah hidup Richard menjadi lebih baik, menjadi pribadi yang mau belajar tentang arti mengasihi dan memberi, dan juga menjadi pribadi yang mau belajar untuk berdamai dengan diri sendiri. Semoga jika kita adalah Richard, kita akan bisa mempelajari semua hal pembelajaran yang Richard pelajari. Terima kasih untuk karya baiknya Andri Bachtiar Yusuf as Sutradara, ditunggu Love For Sale 2, ya!
"Surat cintaku tak pernah panjang. Berisi satu rahasia, sejatinya cinta berkawan baik dengan rasa percaya. Dan kawan baik selamanya musuh paling bahaya. Bila rasa percaya pergi, kau akan lihat tragedi, bahkan cinta tidak dapat menyembuhkan lukanya sendiri." - Richard Achmad


Source Image: Visinema Pictures 2018

You Might Also Like

2 komentar

  1. Gokilllll...tulisannya ringan dan gampang dipahami, keep doing what you Love de, cause love not for sale.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Love what you do, because love isn't for sale. Whoever you are, thanks!

      Delete