TEMAN TAPI MENIKAH: KARENA CINTA PERTAMA ITU MEMANG SUSAH DILUPAIN. APALAGI KALAU CINTA PERTAMA LO ITU TEMEN SENDIRI




“Sampe lo suka sama gue, gue musuhin lu seumur hidup” Ucap Ayu (Vanesha Prescilla) kepada Ditto sahabatnya (Adipati Dolken). Pada tanggal 28 Maret 2018 lalu, Film Teman Tapi Menikah karya Sutradara Rako Prijanto resmi tayang di bioskop seluruh Indonesia. Cerita Film Teman Tapi Menikah sejatinya berasal dari kisah nyata yang dialami pesinetron Ayudia Bing Slamet bersama suaminya, Ditto 'Percussion' yang dituturkan dalam bentuk novel rilisan 2016. Seperti yang sudah-sudah, sebelum kamu menyimak tulisan ini sampai selesai, ada baiknya kamu menonton dulu Trailernya.


Film ini mengangkat tentang "Friendzone” yang kita semua tahu akhir cerita dari film ini berakhir dengan bahagia. Ayu dan Ditto akhirnya menikah. Sebelum saya menulis lebih banyak, mari buat kesepakatan bahwa saya tidak akan menceritakan siapa Ayu, dikarenakan kita semua sudah tahu bahwa Ayu adalah seorang aktris sinetron, kan?


Bagi Ayu, Ditto hanyalah teman curhat yang selalu ada, padahal Ditto lebih dari itu. Ditto adalah sosok sahabat sejati. Ditto mengorbankan perasaannya selama 13 tahun karena tidak ingin merusak persahabatan yang telah mereka bangun selama bertahun-tahun itu. Lagipula ada alasan yang sangat kuat di mana Ditto ingin menjadi laki-laki yang dapat diandalkan dalam segala sesuatu, terutama pada hal financial: ia ingin membahagiakan orang yang sangat teramat dicintainya yaitu, Ayu.


Namun, menjadi Ditto memang cukup melelahkan. Setiap harinya yang selalu mendengar curhatan kisah cinta Ayu dengan orang lain dan berusaha untuk selalu menyembunyikan perasaannya dengan mengatasnamakan “Persahabatan”. Dibalik semua itu, Ditto mempunyai cinta yang luar biasa, ia selalu mengetahui di mana rumah dan penghuni yang sebenarnya. Pengorbanan dari salah satu pihak, membuat kita sama-sama sepakat bahwa Ayu sangat beruntung memiliki Ditto dan keduanya begitu bahagia memiliki satu sama lain.

Hingga suatu hari, Ayu bercerita akan menikah dengan pacarnya Rifnu (Refal Hady). Ditto harus memilih menyatakan perasaan atau merelakan cinta pertamanya dan menjadi sahabatnya selamanya. Jatuh cinta pada sahabat sendiri dan memendam rasa selama bertahun-tahun merupakan premis yang sederhana dan pernah dialami oleh banyak orang. Lalu apa kelebihan film ini dibandingkan film drama romantis lainnya? Ini adalah kisah nyata yang penontonnya sudah tahu ending-nya akan seperti apa, karena sosok pada film ini ada di dunia nyata.

Secara umum, film ini cukup baik bila hanya ingin menjadi sebuah tontonan yang menghibur. Tanpa konflik yang tajam, Film Teman Tapi Menikah terasa 'amat lurus'. kisah penantian 13 tahun diringkas menjadi 102 menit saja. Hasilnya, beberapa bagian terasa agak buru-buru. Sebenar-benarnya konflik pada film ini adalah perang batin dalam diri masing-masing tokoh. Ditto yang ada rasa pada Ayu tetapi menahan untuk menyampaikannya, dan mengalihkannya dengan gonta-ganti pacar. Sementara Ayu berusaha setia dengan kekasihnya, untuk menepis rasa ketergantungan pada Ditto.

Namun terlepas dari film yang cenderung datar, Film Teman Tapi Menikah ini memiliki banyak pesan di antaranya, tentang bagaimana mewujudkan ambisi, cara memotivasi diri sendiri, dan tentu saja soal keberanian menyatakan cinta. Setuju atau tidak, perasaan memang tidak bisa dipermainkan, karena walaupun hanya menjadi teman main, perasaan belum tentu bisa main-main. Sejatinya, semua cinta memang berawal dari pertemanan, terlebih lagi jika pertemanan itu terjadi pada seorang laki-laki dan perempuan. Pada pertemanan lawan jenis yang berbeda itu pasti akan selalu timbul rasa istimewa, rasa yang beda, rasa yang selalu ingin bersama lebih dari seorang teman. Setuju?

Cerita Film Teman Tapi Menikah yang mengisahkan terjebaknya pada 'Friendzone' begitu dekat dengan kehidupan kisah cinta anak muda zaman sekarang pada umumnya. Soal keberanian untuk menyatakan cinta, dan juga ketakutan terbesar untuk menyatakan. Takut ditinggalkan oleh temannya setelah mengetahui perasaan yang tidak biasa itu atau malah menyesal karena tidak pernah menyatakan perasaan yang sebenarnya sampai akhirnya orang yang disayang bahagia bersama orang lain. Kamu yang mana? 

Duet Adipati Dolken dan Vanesha Prescilla sebagai main cast ini berhasil menjadi tontonan yang menghibur atau bahkan mengharukan. Ya, walaupun untuk kamu yang sudah menonton film 'Dilan 1990' pasti akan terbayang perannya Vanesha sebagai Milea, tapi usahanya memerankan Ayu patut diapresiasi. Intermezzo sedikit, jika kamu sudah menonton Film Dilan 1990 pasti ingat dengan tokoh Kang Adi (Refan Hady) yang pada film tersebut menjadi guru privatenya Milea, tetapi ditolak mentah-mentah. Uniknya di Film Teman Tapi Menikah ini, mereka dipertemukan kembali dan dikisahkan sebagai seorang pasangan yang mau menikah, namun lagi-lagi gagal karena Ayu (Vanesha Prescilla) lebih memilih Ditto (Adipati Dolken). Kasihan sekali perannya Refan Hady sudah dua kali gagal hidup bahagia bersama Vanesha. Well anyway, lebih kasihan lagi tokoh Iqbal sebagai tokoh 'Dilan' hanya menjadi teman band-nya Ditto. Wajar sih, kedua filmnya kan sama-sama diproduksi oleh Falcon Pictures.

Balik lagi ke Film Teman Tapi Menikah. Peran Adipati yang begitu lebur memerankan Ditto tak perlu diragukan lagi, karena statement orang Indonesia terhadap Adipati itu… “Film apapun, kalau yang mainnya Adipati mah bagus-bagus aja”. Dan statement itu berhasil membuatnya diterima oleh penonton saat memerankan Ditto di Film Teman Tapi Menikah. Menuju akhir Film Teman Tapi Menikah ini, saya jadi teringat tentang alur cerita Film ‘Refrain’ karya Sutradara Fajar Nugros tentang persahabatan yang menyimpan perasaan istimewa terhadap sahabatnya sendiri dan film itu sangat baik diperankan oleh Afgan & Maudy Ayunda. Alur yang begitu mirip membuat saya sempat underestimate pada film Teman Tapi Menikah ini, namun seperti yang sudah saya bilang sejak awal tulisan ini bahwa, Film Teman Tapi Menikah ini merupakan kisah nyata, dan Refrain hanyalah cerita fiksi.


Film Teman Tapi Menikah memberikan kita pelajaran bahwa kekuatan cinta itu ada nyatanya asal mau saja memperjuangkannya sampai titik penghabisan. Terkadang juga kita memang tak bisa memilih untuk jatuh cinta dengan siapa, tetapi kita selalu bisa memilih mau terus sayang sama yang mana. So, sudah berapa lama kamu menyimpan rasa yang beda dan istimewa terhadap sahabatmu sendiri? 



Image & Video Source: Youtube Falcon Pictures

You Might Also Like

1 komentar

  1. Nonton ini cuma mau liat aktingnya vanesha aja sih hehehe...
    BW blog-ku ya,...

    ReplyDelete